Kampungan

Jumat, 30 September 2011
Kampungan adalah sebuah album musik kedua karya Slank. Dirilis pada tahun 1991. Lagu utamanya di album ini ialah Kampungan.

  1. Kampungan   download
  2. Nggak Rock N'Roll   download
  3. Mawar Merah   download
  4. Terlalu Manis (suka2)   download
  5. Nina Bobo   download
  6. Bali Bagus   download
  7. Aborsi   download
  8. Anak Terbuang   download
  9. Pulau Biru   download
  10. An - = - ' ~ >..-   download
  11. Teng-teng Blues   download
  12. Terlalu Manis (Jualan)   download
Read Full 0 komentar

Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy)


Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy) adalah album musik pertama grup musik Indonesia, Slank. Band yang pada awal karirnya digawangi oleh Kaka - VokalPay - GitarBongky - BassIndra - KeyboardBimbim - Drum ini merilis album pertamanya  pada tahun 1990. Di album ini musik Slank kental dengan nuansa rock dengan lirik yang bervariasi, baik menghibur maupun mengharukan. Lagu andalan album ini adalah Memang dan Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy).

Pada tahun 2007, album ini mendapatkan peringkat # 5 di dalam daftar "150 Album Indonesia Terbaik" yang diterbitkan dalam majalah Rolling Stone Indonesia #32 bulan Desember 2007. [1]. Dan pada tahun 2009, lagu "Memang" masuk ke dalam "150 Lagu Indonesia Terbaik Versi Majalah Rolling Stone". Juga, salah satu kurator musik Adib Hidayat memilih lagu Karang ke dalam kompilasi Rock Indopahitnya.

Inilah daftar lagu pada album Slank Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy) :
  1. Aku Gila   download
  2. American Style   download
  3. Apatis Blues   download
  4. Bocah   download
  5. Kalah   download
  6. Karang   download
  7. Ladies Night di Ebony   download
  8. Maafkan   download
  9. Memang   download
  10. Suit Suit He He (Gadis Sexy)   download


Read Full 0 komentar

PORTOFOLIO SELECTION

Kamis, 29 September 2011

Portofolio merupakan sekumpulan investasi, tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Diversifikasi (pemilihan banyak sekuritas) dimaksudkan untuk mengurangi risiko.

Lingkup bahasan utama dalam teori portofolio adalah bagaimana melakukan pemilihan portofoliodari sekian banyak aset, untuk memaksimalkan expected return pada tingkat risiko tertentu yang bersedia ditanggung investor. Dengan kata lain, teori portofolio membahas bagaimana caranya membentuk portofolio yang optimal.

Ada tiga konsep dasar yang perlu diketahui sebagai dasar untuk memahami pembentukan portofolio optimal yaitu 
  1. Portofolio efisiensi dan portofolio optimal;
  2. Fungsi utilitas dan kurva indeferen;
  3. Aset berisiko dan aset bebas risiko.

Building Portofolio
 Ada beberapa tahapan dalam pembentukan portofolio, yaitu :
  1. Step 1 : Use the Markowitz portofolio selection model
  2. Step 2 : Consider borrowing and lending possibilities
  3. Step 3 : Choose the final portofolio based on prefrences

Step 1 : Use the Markowitz portofolio selection model
Pendekatan Markowitz mengatasi kelemahan diversifikasi secara naif, karena dengan menggunakan model Markokowitz investor bisa memanfaatkan semua informasi yang tersedia sebagai dasar portofolio yang optimal. Meskipun demikian teori portofolio masih merupakan teori normatif yang menekankan pada bagaimana seharusnya investor melakukan diversifikasi secara optimal.

Pada dasarnya, teori portofolio dengan model Markowitz didasari oleh tiga asumsi yaitu : 
  1. Periode investasi tunggal, misalnya satu tahun
  2. Tidak ada biaya transaksi
  3. Preferensi investor hanya berdasar pada expected return dan risiko.

Memilih Portofolio Optimal
Dalam pendekatan Markowitz, pemilihan portofolio investor didasarkan pada preferensi mereka terhadap expected return dan resiko masing-masing pilihan portofolio. Dalam teori portofolio dikenal adanya konsep portofolio efisien dan portofolio optimal. Portofolio efisien adalah portofolio yang menyediakan return maksimal bagi investor dengan tingkat resiko tertentu, atau portofolio yang menawarkan resiko terendah dengan tingkat return tertentu. Sedangkan portofolio optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang ada pada portofolio efisien. Pemilihan portofolio optimal didasarkan pada preferensi investor terhadap expected return dan resiko yang ditunjukkan oleh kurva indeferen. Kurva indeferen menggambarkan kumpulan portofolio dengan kombinasi expected return dan resiko masing-masing yang memberikan utilitas yang sama bagi investor.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari model Markowitz, yaitu :
  1. Semua titik portofolio yang ada dalam permukaan efisien mempunyai kedudukan yang sama antara satu dengan yang lainnya. Artinya, tidak ada titik-titik portofolio disepanjang garis permukaan efisien yang mendominasi titik-titik portofolio lainnya yang sama-sama berada pada garis permukaan efisien.
  2. Model markowitz tidak memasukkan isu bahwa investor boleh meminjam dana untuk membiayai investasi portofolio pada aset yang beresiko. Model markowitz juga belum memperhitungkan kemungkinan investor untuk melakukan investasi pada aset bebas resiko.
  3. Dalam kenyataannya, investor yang berbeda-beda akan mengestimasi input yang berbeda pula ke dalam model markowitz, sehingga garis permukaan efisien yang dihasilkan juga berbeda-beda bagi masing-masing investor tersebut.


Teknik Penentuan Efficient Frontier Singel-index Model
Singel-index model memberikan alternatif untuk variance portofolio, dimana lebih mudah menghitung kasus pada analisis Markowitz. Singel-index model membegi return skuritas dalam dua komponen yaitu unique part diwakili dengan α dan market-related part, diwakili oleh β1RM . Unique part adalah micro event, hanya berdampak pada individual perusahaan tidak pada perusahaan secara umum. Sedangkan market-related part adalah macro event, dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari luar perusahaan dan berdampak terhadap semua perusahaan. Persamaannya sebagai berikut:
Ri = αi + β1RM + ei

Multi-index Model
E (Ri) = αi + biRM + ciNF + ei

Memilih Kelas Aset yang Optimal
Pada dasarnya, manajemen portofolio terdiri dari tiga aktivitas utama, yaitu:
  1. Pembuatan keputusan alokasi aset.
  2. Penentuan posi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset.
  3. Pemilihan aset-aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih.
Kelas aset adalah pengelompokan aset-aset berdasarkan jenis-jenis aset seperti : saham, obligasi, real estate,sekuritas luar negri, emas, dan lain-lain. Investor harus membuat keputusan alokasi aset, keputusan ini menyangkut pemilihan kelas-kelas aset yang akan dijadikan sebagai pemilihan investasi dan juga berapa bagian dari keseluruhan dana yang dimiliki investor yang akan diinvestasikan pada kelas aset tersebut. Dengan kata lain keputusan ini menyangkut berapa bagian dana yang akan diinvestasikan pada kelas aset saham, berapa bagian pada obligasi, berapa pada pasar uang, dan sebagainya. Bagian dari dana yang diinvestasikan pada setiap kelas aset disebut sebagai porsi dana atau bobot dana. Masing-masing bobot dana akan berkisar antara 0% - 100%.

Keputusan alokasi aset tidak hanya meliputi penentuan alokasi dana pada kelas aset di satu negara saja, tapi bisa dilakukan pada beberapa negara. Jika alokasi aset dilakukan pada beberapa negara, maka keputusan tersebut akan meliputi tiga pertanyaan berikut.
  1. Berapa % porsi dana yang akan diinvestasikan pada setiap negara yang dipilih investor sebagai tempat melakukan investasi?
  2. Dalam setiap negara yang telah dipilih berapa % porsi dana yang akan diinvestasikan pada setiap kelas aset tertentu?
  3. Dalam setiap kelas aset, berapa % kah dana yang akan diinvestasikan pada setiap jenis aset dalam kelas aset yang bersangkutan?
Manfaat yang bisa diperoleh dari diversifikasi pada berbagai kelas aset di berbagai negara, pada dasarnya sama dengan manfaat diversifikasi pada aset individu, yaitu manfaat pengurangan resiko pada tingkat tertentu dari expected return.

Step 2 : Consider Borrowing and Lending Possibilities
Dalam model markowitz sebagaimana yang telah dibahas di atas, investor bisa menentukan pilihan portofolio optimal pada berbagai pilihan portofolio yang ada pada garis portofolio yang efisien akan tetapi, model markowitz tersebut membatasi pilihan investor hanya pada portofolio yang terdiri dari aset beresiko. Padahal dalam kenyataannya, investor bebas memilih portofolio yang terdiri dari aset bebas resiko. Apa yang akan terjadi pada permukaan efien jika investor mengkombinasikan pilihan portofolio pada permukaan efisiensi dan investasi pada aset bebas resiko.

Menginvestasikan Dana Bebas Resiko
dengan dimasukkannya RF dalam model markowitz, maka permukaan efisien akan berubah membentuk garis lurus yang menghubungkan RF dan titik portofolio optimal yang dipilih investor. Miasalnya, portofolio optimal seorang investor berada pada titik L, maka jika investor tersebut kemudian mengkombinasikan portofolio N dengan aset bebas resiko, permukaan efisien yang akan terbentuk akan menjadi garis RF-L. Portofolio investor tersebut nantinya akan berada pada sepanjang garis RF-L (misalnya pada titik X). Jika porsi dana yang diinvestasikan pada aset bebas resiko sebesar WRF dan sebesar (1-WRF) pada portofolio L, maka expected return pada kombinasi portofolio adalah sebagai berikut:
E (Rp) = WRFRF + (1-WRF) E (RL)  
Jika investor menginvestasikan seluruh dananya yaitu 100% pada aset bebas resiko, maka expected return akan sebesar RF dengan resiko sebesar nol. Besarnya expected return akan ditentukan oleh porsi dana yang diinvestasikan pada aset beresiko dan aset bebas resiko. Semakin besar porsi dana yang diinvestasikan pada aset beresiko, maka semakin besar pula expected return dari portofolio tersebut. Resiko portofolio bisa diketahui dengan menghitung besarnya standar deviasi portofolio. Dalam kasus di atas, standar deviasi RF sama dengan nol, sehingga korelasi antara RF dan portofolio aset beresiko juga sama dengan nol. Sehingga untuk menghitung standar deviasi portofolio yang terdiri dari aset beresiko dan aset bebas resiko bisa digunakan rumus:
σp = (1-WRF) σL

Investor Bisa Meminjam Dana Bebas Resiko
jika analisis terhadap model markowitz kita perluas dengan menambah asumsi bahwa investor bisa memnjam dana untuk meningkatkan kemampuannya berinvestasi, maka akan kita temukan garis permukaan efisien yang baru.dengan mencari tambahan dana yang berasal dari pinjaman, investor bisa menambah dana yang dimilikinya untuk diinvestasikan. Jika dana pijaman tersebut digabungkan dengan dana yang dimiliki saat ini dan digunakan untuk investasi, investor akan mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan expected return dari investasi yang lebih tinggi. Tentu saja sesuai dengan hubungan searah antara inestasi dengan resiko, kita harus mempertimbangkan resiko yang meningkat seiring dengan peningkatan expected return.

Dalam gambar 5.5, terlihat bahwa tambahan dana yang berasal dari pinjaman bisa memperluas posisi portofolio di atas titik N, sehingga membentuk garis lurus RF-N-K. Lalu, bagaimanakah dampak tambahan dana dari pinjaman tersebut terhadap expected return dan resiko portofolio? Cara menghitungnya tetap sama, yaitu dengan perhitungan return dan resiko portofolio seperti dalam rumus 5.1 dan 5.2, hanya saja proporsi dana yang diinvestasikan akan bertambah menjadi lebih dari 100%.
Untuk menghitung expected return dari portofolio yang dananya sebagian dari pinjaman dan sebagian dari dana yang telah dimiliki saat ini, bisa dipakai rumus berikut:
E (Rp) = WRFRF + (1-WRF) E (RK)
= -1 (RF) + 2 E(RK)
sedangkan untuk menghitung resiko, bisa dilakukan dengan menghitung standar deviasi portofolio yaitu dengan rumus:
σp = (1-WRF) σk
= 2 σk

Mengidentifikasi Efficient Set dengan Investasi dan Meminjamkan Pada Tingkat Bebas Resiko
Hasil akhir dari memasukkan investasi dan meminjam bebas resiko dalam analisis adalah menciptakan kemungkinan berinvestasi dan meminjam dan kemungkinan expected return dan resiko yang tidak terjadi sebelumnya. Sekarang investor dapat menggabungkan aset bebas resiko ini dengan kumpulan portofolio-portofolio yang efisien pada efficient frontier. Dalam gambar, tidak ada portofolio lain yang terhubung dengan RF yang terletak di atas garis lurus yang menghubungkan RF dan portofolio N. Garis ini mempunyai slope terbesar. Garis lurus dari RF ke titik N, RF-N mendominasi seluruh garis lurus di bawahnya. Selanjutnya dengan kemungkinan meminjam pada tingkat bebas resiko, garis lurus RF-N, diperpanjang menjadi garis lurus RF-N-L. Jadi trade-off resiko-return yang baru merupakan garis lurus yang menyinggung efficient frontier pada titik T dengan intersep RF. Titik-titik sepanjang garis RF-N-L menyatakan banyaknya investasi atau meminjam pada RF yang berbeda-beda dalam kombinasi dengan portofolio efisien N dari aset beresiko.

Slope garis yang menghubungkan aset bebas resiko dan portofolio beresiko adalah expected return portofolio dikurangi tingkat bebas resiko dibagi dengan standar deviasi portofolio. Sedangkan proporsi dana yang diinvestasikan dalam aset-aset harus sama dengan 100%.

Masalah ini merupakan masalah maksimasi dengan kendala. Metode pengganda Langrangian dapat digunakan untuk memecahkan masalah ini. Selain itu teknik lain yang digunakan adalah dengan menjadikannya menjadi masalah maksimisasi tanpa kendala. Caranya adalah dengan mensubstitusi kendala ke dalam fungsi tujuan dan kemudian memaksimumkannya.

Step 3: Memilih the final portfolio basen on preference
Setiap Investor akan memilih point pada garis efisien yang berhubungan dengan preferensi resikkonya. Secara formal, ini akan berada dimana curva perbedaan tertinggi investor adalah tangen dari gari lurud pada figure 19.5. dalam practiknya ini berarti bahwa investor lebih konservatif akan memilih aset dengan bebas resiko yang ditampilkan dengan titik potong vertikal Rf. Sedangkan investor yang lebih agresif akan memilij untuk poin T, yang merepresentasikan investasi penuh pada portofolio dari aset yang beresiko. Bahkan investor yang lebih agresif dapat melebihi poin T dengan menggunakan utang untuk naik ke garis atas.

Kita telah memahami bahwa setiap investor akan memilih kombinasi dari aset bebas resiko dan tangen portofolio dari efficient frontier. Dengan mengkombinasikan dua aset ini ke dalam variasi portofolio, seprang investor dapat membentuk portofolio yang efisien sepanjang garis RF-T-L dalam figure 19.5 karena portofolio T Adalah dari pengaturan analisa markowitz yang efisien. Ditampilkan aset yang berada di bawah pertimbangan, investor tidak dapat mencapai return yang lebih tinggi dengan memotong resiko.

Mempertimbangkan kasus investasi perusahaan dengan banyak klien. Investasi perusahaan, ditentukan oleh garis efficient frontier markowitz dari pengaturan sekuritas yang dianalisis untuk tujuan investasi, yang mana akan menawarkan portofolio yang sama dari aset beresiko untuk setiap klien. Portofolio ini ditentukan seperti diatas, dimana merupakan perpanjangan dari RF adalah tangen untuk garis efficient frontier sebagai poin tertinggi.

Tidak serupa dengan analisa markowitz, hal ini tidak membutuhkan untuk memcocokan kurva indifferent klien dengan portofolio yang efisien secara tepat, karena hanya satu dari portofolio yang efisien yang diambil oleh investor. Bahkan setiap klien akan menggunakan kurva indifferennya untuk menentukan dimana efficient frontier yang baru disepanjang RF-T-L yang dapat dipilih oleh investor. Dampaknya setiap klien harus menentukan seberapa banyak dana yang akan diinvestasikan dan dapat menggunakan utang pada aset bebas resiko, dan seberapa banyak investasi dalam portofolio T.hasil ini merujuk sebagai properti pemisahan.

Teorema pemisahan menyatakan bahwa keputusan investasi adalah terpisah dari keputusan keuangan. Resiko portofolio T adalah optimal untuk setiap investor memandang funsi kegunaan investor itu sendiri, bahwa optimalisasi portofolio T ditentukan secara terpisah dari pengetahuan setiap preferensi resiko return investor dan tidak berdampak dengan preferensi resiko investor. Keseluruhan investor dengan menginvestasikan dalam portofolio yang sama dari aset beresiko T dan menggunakan dana pinjaman pada titik bebas resiko, dapat mencapai setiap poin pada garis lurus RF-T-L dalam figure 19.5. setiap poin pada garis merepresentasikan perbedaan return yang diharapkan - trade off resiko. Seorang investor dengan menggunakan kurva u1 akan berada dalam posisi yang lebih rendah dari garis, merepresentasikan kombinasi dari pinjaman da investasipada T. Dengan kata lain kegunaan kurva u2 merepresentasikan seorang investor meminjam pada titi RF untuk melakukan investasi pada aset beresiko, yaitu portofolio T.

Konsep dikotomi dari aset beresiko portofolio adalah penting dalam investasi, dengan beberapa aplikasi yang berbeda. Seperti yang kita lihat menggunakan dua kombinasi menurut investor untuk mencapai stiap poin pada return yang diharapkan dengan trade off resiko yang ditampilkam oleh seluruh investor.

Teorema pemisahan menampilkan multipel klien atau persetujuan yang komplit dengan keseluruhan yang memperhatikan tentang propek masa depan dari sekuritas, yang diasumsikan bahwa preses “tailoring” adalah tepat. Keseluruhan investor seharunya mengambil portofolio yang sama pada aset yang beresiko dan mencapai posisi mereka sendiri pada return trade off resiko melalui dana pinjaman atau utang. Dalam kesempatan yang sama, investor dengan perbedaan preferensi dapat diakomodasi dengan pengaturan kesempatan yang sama.oleh karena itu, beberapa teknik baru dalam investasi menggunakan dua aset yang sama.

The Implication of Portfolio Selection
Konstruksi portofolio optimal dan pemilihan portofolio terbaik untuk investor memiliki implikasi untuk untuk harga dari aset keuangan.












Disadur dari tugas Mahasiswi Pascasarjana Universitas Airlangga Jurusan Manajemen




Read Full 0 komentar

Pengertian Metode Penelitian

Selasa, 27 September 2011
Mengenai pengertian metode penelitian, ada berbagai pendapat yang bermunculan di sekitar kita. Seperti diantaranya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Daring), metode diartikan sebagai cara teratur yang bisa digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; atau sikap sekelompok sarjana terhadap bahasa atau linguistik, misal metode preskriptif dan komparatif; atau prinsip dan praktik pengajaran bahasa, misal metode langsung dan metode terjemahan.

Pendapat lainnya seperti Winarno Surakhmad (1994:131), mengemukakan jika metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk menguji serangkaian hipotesis dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu. Cara utama itu digunakan setelah peneliti memperhitungkan kewajarannya ditinjau dari tujuan penelitian serta dari situasi penelitian karena pengertian metode penelitian adalah pengertian yang luas, yang umumnya perlu dijelaskan lebih eksplisit di dalam setiap penelitian.

Menurut Hadari Nawawi dan Mimi Martini (1996:71), metode merupakan cara untuk memngungkapkan kebenaran yang objektif. Kebenaran itu adalah tujuannya, sementara metode adalah caranya. Penggunaan metode dimaksudkan agar kebenaran yang diungkapkan benar-benar dibentengi dengan bukti ilmiah yang kuat. Oleh karena itu, metode dapat diartikan pula sebagai prosedur atau rangkaian cara yang sistematis dalam menggali kebenaran ilmiah.

Dengan mempergunakan metode yang relevan dengan masalahnya, penelitian akan terhindar dari cara kerjayang spekulatif dan bersifat trial and error. Sebaliknya, metode yang tepat akan meningkatkan objektivitas hasil penelitian karena memungkinkan penemuan kebenaran yang memiliki tingkat ketepatan (validitas) dan tingkat kepercayaan (reliabilitas) yang tinggi. Suatu metode juga tidak bisa digunakan untuk meneliti semua masalah. Oleh karena itu, peneliti harus mampu memilih dan menggunakan metode yang dapat mengungkapkan masalah yang dihadapinya secara tuntas (Nawawi dan Martini, 1996:71).

Menurut Arif Furchan (2007:39), metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data yang diperlukan guna menjawab persoalan yang dihadapi. Ini adalah rencana pemecahan bagi persoalan yang sedang diteliti. Tak satupun metode penelitian yang ada sekarang selalu lebih baik daripada yang lain. Metode yang digunakan dalam suatu penelitian ditentukan oleh sifat persoalannya dan jenis data yang diperlukan. Sering ada urutan logis ketika suatu jenis penelitian akan mengikuti jenis penelitian yang lain.

Sebagaimana dicontohkan Furchan (2007:40), kadang-kadang para peneliti akan mengikuti jenis penelitian dengan suatu studi historis, untuk memastikan apa yang telah dilakukan orang di masa lalunya. Kemudian, dengan dilakukannya studi deskriptif akan diperoleh keterangan mengenai kedudukan masalah itu dalam pendidikan pada saat ini. Dengan latar belakang ini, peneliti dapat memulai eksperimen guna menetapkan hubungan antara variabel-variabel yang mungkin sudah dikemukakan oleh jenis-jenis penelitian lainnya.

Kemudian untuk pengertian penelitian, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Daring) dijelaskan bahwa penelitian ialah pemeriksaan yang teliti; atau penyelidikan; atau kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.

Penelitian merupakan pekerjaan ilmiah yang harus dilakukan secara sistematis, teratur dan tertib, baik mengenai prosedurnya maupun dalam proses berpikir tentang materinya (Nawawi dan Martini 1996:1). Sifat ilmiah menitikberatkan kegiatan penelitian sebagai usaha menemukan kebenaran yang objektif. Sedangkan, penelitian yang harus dilaksanakan secara sistematis, teratur, dan tertib berarti prosesnya harus mengikuti prosedur atau metode dan teknik yang paling sesuai dengan masalahnya. Prosedur atau metode dan teknik penelitian itu dalam kenyataannya juga merupakan pola yang berfungsi mengarahkan proses berpikir agar penelitian menghasilkan kebenaran yang objektif.

Menurut Arif Furchan (2007:32), penelitian pada hakikatnya merupakan penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian suatu masalah. Ini adalah cara untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.Tujuannya adalah untuk menemukanjawaban terhadap persoalan yang berarti melalui implementasi prosedur-prosedur ilmiah. dengan kata lain, penelitian adalah suatu usaha sistematis dan objektif untuk mencari pengetahuan yang dapat dipercaya.

Penelitian adalah bentuk khusus metodologi ilmiah. Beberapa sifat utama penelitian, yaitu sebagai berikut (Surakhmad 1994:28-29).
  • Penelitian menggunakan teknik-teknik yang teliti dan sistematis.
  • Penelitian mengumpulkan data secara objektif, tidak berat sebelah, dalam arti mengumpulkan hanya data yang tidak sejalan dengan harapan-harapan pribadi peneliti.
  • Penelitian mengolah data dan mengorganisasinya dalam ukuran-ukuran kuantitatif yang mungkin. Prosedurnya jelas dan dapat di cek secara empiris.
  • Penelitian dilaporkan dalam bentuk yang logis, mengandung penjelasan masalah, pelaksanaan dan kesimpulan, dengan terminologi yang dibatasi dengan jelas.
Dari hakikat penelitian diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penelitian dilakukan karena adanya suatu masalah. Hal ini diakui oleh Furchan (2007:65) bahwa penelitian yang sistematis diawali oleh sesuatu persoalan. Lantas, apa sebenarnya hakikat masalah penelitian? Masalah penelitian pada dasarnya merupakan persoalan yang menyangkut pertanyaan dan jawabannya sedang dicari dalam penelitian. Misalnya, penelitian deskriptif mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang sifat, timbulnya, atau penyebaran variabel-variabel pendidikan. Contohnya, persoalan peneliti jenis ini adalah pertanyaan "Apakah yang diketahui oleh siswa-siswi kelas VII SMP tentang proses keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta?"

Masalah adalah setiap kesulitan yang menggerakkan manusia untuk memecahkannya. Lebih lanjut, Winarno Surakhmad (1994:34) menjelaskan sebagai berikut.
 
"Masalah (penelitian) harus dapat dirasakan sebagai suatu rintanganyang musti dilalui (dengan jalan mengatasinya) apabila kita akan berjalan terus. Masalah menampakan diri sebagai tantangan. Oleh sebab itu dapat dikatakan pula bahwa masalah yang benar-benar dapat 'dipermasalahkan' dalam penyelidikan perlu memiliki unsur-unsur yang menggerakkan kita untuk membahasnya, perlu nampak penting dan gunanya, perlu realistik. Sebab itu pula mengenal masalah harus disertai dengan pandangan yang kritik dan selektif. Memang tidak mudah untuk menyeleksi masalah-masalah yang benar-benar patut 'dipermasalahkan', apalagi bila masalah-masalah itu bukan sebagai masalah yang timbul dari kekayaan pengalaman sendiri."

Adapun pertimbangan-pertimbangan eksternal dan internal yang dapat dipergunakan untuk menetapkan masalah penelitian (Surakhmad, 1994:34-36), yaitu sebagai berikut.
 
  1. Apakah masalah tersebut berguna untuk dipecahkan?
  2. Apakah terdapat kepandaian yang diperlukan untuk pemecahannya?
  3. Apakah masalah itu sendiri menarik untuk dipecahkan?
  4. Apakah masalah ini memebarikan sesuatu yang baru?
  5. Apakah untuk pemecahan tersebut dapat diperoleh data yang secukupnya?
  6. Apakah masalah itu terbatas sedemikian rupa sehingga jelas batas-batasnya dan dapat dilaksanakan pemecahannya?
Sementara itu, ketika kita ditanya dimanakah keberadaan masalah-masalah itu? Dimanakah kita dapat menemukan masalah-masalah (penelitian) tersebut? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, ada tiga sumber masalah penelitian yang penting yang telah terbukti berguna dalam penelitian, yaitu pengalaman, deduksi dari teori, dan literatur yang ada kaitannya (Furchan, 2007:67-74).
 
Dari kajian diatas, dapat diketahui bahwa metode penelitian pada dasarnya adalah suatu prosedur kerja yang sistematis, teratur, dan tertib, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah (penelitian) guna mendapatkan kebenaran yang objektif. Metode penelitian yang didalamnya mengandung sejumlah teknik penelitian dan taktik penelitian. Metode penelitian merupakan cara-cara melakukan penelitian dalam realitas di lapangan dalam level praktis. Sementara teknik penelitian adalah berupa langkah-langkah praktis sebagai implementasi metode penelitian secara spesifik ketika seorang peneliti terjun ke lapangan. Sedangkan, taktik penelitian merupakan gaya khusus yang dilakukan peneliti secara individual dalam melaksanakan metode atau teknik penelitian. Dari uraian tersebut, metode penelitian berarti memiliki wilayah kajian yang lebih luas dibandingkan teknik dan taktik penelitian. Teknik dan taktik penelitianmerupakan bagian dari metode penelitian. Dengan memahami hal ini, Anda semestinya tidak perlu keliru lagi ketika menggunakan istilah "metode penelitian", "teknik penelitian", atau "taktik penelitian".
Read Full 0 komentar

Impian Slank Yang Masih Tertunda

Senin, 26 September 2011
VIVAnews – Ketenaran dan kesuksesan sudah dirasakan lima personel Slank, yaitu Ridho, Abdi, Kaka, Bim Bim, dan Ivan. Tapi, sang pentolan Bim Bim mengaku dirinya dan Slank masih memiliki impian yang masih tertunda sampai saat ini.
“Impian kita yang belum bisa terwujud saat ini, adalah bisa punya album kolaborasi dengan Iwan Fals, God Bless, dan Ebiet G Ade. Masih sangat kita harapkan itu bisa terjadi,” ujar Bim Bim saat ditemui VIVAnews.com di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Rabu, 22 Juni 2011.
Lalu, apa alasan album yang diinginkan Bim Bim dan personil lainnya itu belum terwujud? “Kalau kolaborasi dipanggung mah sudah sering, dengan Iwan Fals, God Bless sudah beberapa kali. Kita permasalahannya terkendala di label saja, karena labelnya beda, kita independen bebas saja, kalau album kolaborasi diajak dengan senior kita siap saja,” ujar Bim Bim.
Slank yang saat ini sedang sibuk mempromosikan ‘Slank Party’, album yang berisikan 13 lagu dibuat remix, mengaku sangat tertantang jika album kolaborasi tersebut bisa terjadi.
“Sangat bangga bagi Slank jika bisa membuat album tersebut, tetap menginginkan, tapi belum kesampaian. Sebab, masalah dari dulu adalah label yang berbeda. Album remix ini untuk mengobati para fans (Slankers) yang menunggu album kami,” ujar Bim Bim.
Disadur dari Viva News
Read Full 0 komentar

Lagu-lagu Slank Untuk Dugem

TIBA-TIBA saja musik Slank berubah. Kalau biasanya lagu anak-anak Gang Potlot itu asyik buat jingkrak-jingkrak, sekarang bikin kepala bergoyang-goyang. Sembilan DJ dari Independent3 telah merombak 13 lagu Slank menjadi musik dugem.
Album bertajuk Slank Party-Nonstop Disco DJ Remix itu, berisi lagu lama, yaitu Virus, Orkes Sakit Hati, Bang Bang Tut, Jurus Tandur, Pulau Biru, Balikin, Seperti Para Koruptor, H.A.M. Burger, Terlalu Manis, Kalo Aku Jadi Presiden, Ku Tak Bisa, Slank Dance dan Kamu Harus Pulang. Sentuhan musik dugemnya dikerjakan oleh DJ Lotuz, DJ August, DJ Telly, DJ Rudhy’z, DJ Jackerss, DJ Imam, DJ Abow, DJ A Soen dan DJ Angga.
“Kami melihat perkembangan musik dance di sini sangat pesat. Jadi kami  mengeluarkan album ini karena kepingin tahu sejauh mana ketertarikan masyarakat,” kata Kaka, vokalis Slank.
Ide membuat album ini datang dari Amir Independenc3, sejak tiga tahun lalu. Amir yang sering singgah di bar dan kafe-kafe, melihat home band di tempat-tempat tersebut kerap mendapat request lagu Slank.”Akhirnya saya ajak DJ-DJ menggarap album ini,” terang Amir.
Personel Slank juga penasaran untuk mengetahui jika lagu mereka diolah menjadi musik dugem.
“Kita penasaran seperti apa hasilnya lagu-lagu itu  setelah di-remix.  Ternyata tetap asyik.  Rocknya tetap ada. Jadi, mau dibalut musik apa pun, rasa Slank tetap ada,” kata Kaka.
Bagaimana dengan Slankers (penggemar Slank), apakah juga suka?   “Nggak ada masalah. Karena Slankers itu kolektor. Jadi, apa pun jenis musik Slank, mereka suka. Dan area pasar kami bertambah, masuk ke diskotek, bar dan kafe,” jawabnya.
“Jadi, kalau sekarang gue masuk ke diskotek, gue bisa narsis, karena lagu gue  diputar,” timpal Bimbim, drummer. (Anggara/B)
Disadur dari : Poskota
Read Full 0 komentar
 

© Newspaper Template Copyright by Brunx Is Slank | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks