Selasa, 27 September 2011

Pengertian Metode Penelitian

Mengenai pengertian metode penelitian, ada berbagai pendapat yang bermunculan di sekitar kita. Seperti diantaranya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Daring), metode diartikan sebagai cara teratur yang bisa digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; atau sikap sekelompok sarjana terhadap bahasa atau linguistik, misal metode preskriptif dan komparatif; atau prinsip dan praktik pengajaran bahasa, misal metode langsung dan metode terjemahan.

Pendapat lainnya seperti Winarno Surakhmad (1994:131), mengemukakan jika metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk menguji serangkaian hipotesis dengan mempergunakan teknik serta alat-alat tertentu. Cara utama itu digunakan setelah peneliti memperhitungkan kewajarannya ditinjau dari tujuan penelitian serta dari situasi penelitian karena pengertian metode penelitian adalah pengertian yang luas, yang umumnya perlu dijelaskan lebih eksplisit di dalam setiap penelitian.

Menurut Hadari Nawawi dan Mimi Martini (1996:71), metode merupakan cara untuk memngungkapkan kebenaran yang objektif. Kebenaran itu adalah tujuannya, sementara metode adalah caranya. Penggunaan metode dimaksudkan agar kebenaran yang diungkapkan benar-benar dibentengi dengan bukti ilmiah yang kuat. Oleh karena itu, metode dapat diartikan pula sebagai prosedur atau rangkaian cara yang sistematis dalam menggali kebenaran ilmiah.

Dengan mempergunakan metode yang relevan dengan masalahnya, penelitian akan terhindar dari cara kerjayang spekulatif dan bersifat trial and error. Sebaliknya, metode yang tepat akan meningkatkan objektivitas hasil penelitian karena memungkinkan penemuan kebenaran yang memiliki tingkat ketepatan (validitas) dan tingkat kepercayaan (reliabilitas) yang tinggi. Suatu metode juga tidak bisa digunakan untuk meneliti semua masalah. Oleh karena itu, peneliti harus mampu memilih dan menggunakan metode yang dapat mengungkapkan masalah yang dihadapinya secara tuntas (Nawawi dan Martini, 1996:71).

Menurut Arif Furchan (2007:39), metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data yang diperlukan guna menjawab persoalan yang dihadapi. Ini adalah rencana pemecahan bagi persoalan yang sedang diteliti. Tak satupun metode penelitian yang ada sekarang selalu lebih baik daripada yang lain. Metode yang digunakan dalam suatu penelitian ditentukan oleh sifat persoalannya dan jenis data yang diperlukan. Sering ada urutan logis ketika suatu jenis penelitian akan mengikuti jenis penelitian yang lain.

Sebagaimana dicontohkan Furchan (2007:40), kadang-kadang para peneliti akan mengikuti jenis penelitian dengan suatu studi historis, untuk memastikan apa yang telah dilakukan orang di masa lalunya. Kemudian, dengan dilakukannya studi deskriptif akan diperoleh keterangan mengenai kedudukan masalah itu dalam pendidikan pada saat ini. Dengan latar belakang ini, peneliti dapat memulai eksperimen guna menetapkan hubungan antara variabel-variabel yang mungkin sudah dikemukakan oleh jenis-jenis penelitian lainnya.

Kemudian untuk pengertian penelitian, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Daring) dijelaskan bahwa penelitian ialah pemeriksaan yang teliti; atau penyelidikan; atau kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.

Penelitian merupakan pekerjaan ilmiah yang harus dilakukan secara sistematis, teratur dan tertib, baik mengenai prosedurnya maupun dalam proses berpikir tentang materinya (Nawawi dan Martini 1996:1). Sifat ilmiah menitikberatkan kegiatan penelitian sebagai usaha menemukan kebenaran yang objektif. Sedangkan, penelitian yang harus dilaksanakan secara sistematis, teratur, dan tertib berarti prosesnya harus mengikuti prosedur atau metode dan teknik yang paling sesuai dengan masalahnya. Prosedur atau metode dan teknik penelitian itu dalam kenyataannya juga merupakan pola yang berfungsi mengarahkan proses berpikir agar penelitian menghasilkan kebenaran yang objektif.

Menurut Arif Furchan (2007:32), penelitian pada hakikatnya merupakan penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian suatu masalah. Ini adalah cara untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan.Tujuannya adalah untuk menemukanjawaban terhadap persoalan yang berarti melalui implementasi prosedur-prosedur ilmiah. dengan kata lain, penelitian adalah suatu usaha sistematis dan objektif untuk mencari pengetahuan yang dapat dipercaya.

Penelitian adalah bentuk khusus metodologi ilmiah. Beberapa sifat utama penelitian, yaitu sebagai berikut (Surakhmad 1994:28-29).
  • Penelitian menggunakan teknik-teknik yang teliti dan sistematis.
  • Penelitian mengumpulkan data secara objektif, tidak berat sebelah, dalam arti mengumpulkan hanya data yang tidak sejalan dengan harapan-harapan pribadi peneliti.
  • Penelitian mengolah data dan mengorganisasinya dalam ukuran-ukuran kuantitatif yang mungkin. Prosedurnya jelas dan dapat di cek secara empiris.
  • Penelitian dilaporkan dalam bentuk yang logis, mengandung penjelasan masalah, pelaksanaan dan kesimpulan, dengan terminologi yang dibatasi dengan jelas.
Dari hakikat penelitian diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penelitian dilakukan karena adanya suatu masalah. Hal ini diakui oleh Furchan (2007:65) bahwa penelitian yang sistematis diawali oleh sesuatu persoalan. Lantas, apa sebenarnya hakikat masalah penelitian? Masalah penelitian pada dasarnya merupakan persoalan yang menyangkut pertanyaan dan jawabannya sedang dicari dalam penelitian. Misalnya, penelitian deskriptif mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang sifat, timbulnya, atau penyebaran variabel-variabel pendidikan. Contohnya, persoalan peneliti jenis ini adalah pertanyaan "Apakah yang diketahui oleh siswa-siswi kelas VII SMP tentang proses keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta?"

Masalah adalah setiap kesulitan yang menggerakkan manusia untuk memecahkannya. Lebih lanjut, Winarno Surakhmad (1994:34) menjelaskan sebagai berikut.
 
"Masalah (penelitian) harus dapat dirasakan sebagai suatu rintanganyang musti dilalui (dengan jalan mengatasinya) apabila kita akan berjalan terus. Masalah menampakan diri sebagai tantangan. Oleh sebab itu dapat dikatakan pula bahwa masalah yang benar-benar dapat 'dipermasalahkan' dalam penyelidikan perlu memiliki unsur-unsur yang menggerakkan kita untuk membahasnya, perlu nampak penting dan gunanya, perlu realistik. Sebab itu pula mengenal masalah harus disertai dengan pandangan yang kritik dan selektif. Memang tidak mudah untuk menyeleksi masalah-masalah yang benar-benar patut 'dipermasalahkan', apalagi bila masalah-masalah itu bukan sebagai masalah yang timbul dari kekayaan pengalaman sendiri."

Adapun pertimbangan-pertimbangan eksternal dan internal yang dapat dipergunakan untuk menetapkan masalah penelitian (Surakhmad, 1994:34-36), yaitu sebagai berikut.
 
  1. Apakah masalah tersebut berguna untuk dipecahkan?
  2. Apakah terdapat kepandaian yang diperlukan untuk pemecahannya?
  3. Apakah masalah itu sendiri menarik untuk dipecahkan?
  4. Apakah masalah ini memebarikan sesuatu yang baru?
  5. Apakah untuk pemecahan tersebut dapat diperoleh data yang secukupnya?
  6. Apakah masalah itu terbatas sedemikian rupa sehingga jelas batas-batasnya dan dapat dilaksanakan pemecahannya?
Sementara itu, ketika kita ditanya dimanakah keberadaan masalah-masalah itu? Dimanakah kita dapat menemukan masalah-masalah (penelitian) tersebut? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, ada tiga sumber masalah penelitian yang penting yang telah terbukti berguna dalam penelitian, yaitu pengalaman, deduksi dari teori, dan literatur yang ada kaitannya (Furchan, 2007:67-74).
 
Dari kajian diatas, dapat diketahui bahwa metode penelitian pada dasarnya adalah suatu prosedur kerja yang sistematis, teratur, dan tertib, yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk memecahkan suatu masalah (penelitian) guna mendapatkan kebenaran yang objektif. Metode penelitian yang didalamnya mengandung sejumlah teknik penelitian dan taktik penelitian. Metode penelitian merupakan cara-cara melakukan penelitian dalam realitas di lapangan dalam level praktis. Sementara teknik penelitian adalah berupa langkah-langkah praktis sebagai implementasi metode penelitian secara spesifik ketika seorang peneliti terjun ke lapangan. Sedangkan, taktik penelitian merupakan gaya khusus yang dilakukan peneliti secara individual dalam melaksanakan metode atau teknik penelitian. Dari uraian tersebut, metode penelitian berarti memiliki wilayah kajian yang lebih luas dibandingkan teknik dan taktik penelitian. Teknik dan taktik penelitianmerupakan bagian dari metode penelitian. Dengan memahami hal ini, Anda semestinya tidak perlu keliru lagi ketika menggunakan istilah "metode penelitian", "teknik penelitian", atau "taktik penelitian".

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Newspaper Template Copyright by Brunx Is Slank | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks