Portofolio
merupakan sekumpulan investasi, tahap ini menyangkut identifikasi
sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana
yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut.
Diversifikasi (pemilihan banyak sekuritas) dimaksudkan untuk
mengurangi risiko.
Lingkup bahasan utama dalam teori portofolio adalah bagaimana
melakukan pemilihan portofoliodari sekian banyak aset, untuk
memaksimalkan expected return pada tingkat risiko tertentu yang
bersedia ditanggung investor. Dengan kata lain, teori portofolio
membahas bagaimana caranya membentuk portofolio yang optimal.
Ada
tiga konsep dasar yang perlu diketahui sebagai dasar untuk memahami
pembentukan portofolio optimal yaitu
- Portofolio efisiensi dan portofolio optimal;
- Fungsi utilitas dan kurva indeferen;
- Aset berisiko dan aset bebas risiko.
Building
Portofolio
Ada beberapa tahapan dalam pembentukan portofolio, yaitu :
- Step 1 : Use the Markowitz portofolio selection model
- Step 2 : Consider borrowing and lending possibilities
- Step 3 : Choose the final portofolio based on prefrences
Step
1 : Use the Markowitz portofolio selection model
Pendekatan
Markowitz mengatasi kelemahan diversifikasi secara naif, karena
dengan menggunakan model Markokowitz investor bisa memanfaatkan semua
informasi yang tersedia sebagai dasar portofolio yang optimal.
Meskipun demikian teori portofolio masih merupakan teori normatif
yang menekankan pada bagaimana seharusnya investor melakukan
diversifikasi secara optimal.
Pada dasarnya, teori portofolio dengan model Markowitz didasari oleh
tiga asumsi yaitu :
- Periode investasi tunggal, misalnya satu tahun
- Tidak ada biaya transaksi
- Preferensi investor hanya berdasar pada expected return dan risiko.
Memilih
Portofolio Optimal
Dalam pendekatan Markowitz, pemilihan portofolio investor didasarkan
pada preferensi mereka terhadap expected return dan resiko
masing-masing pilihan portofolio. Dalam teori portofolio dikenal
adanya konsep portofolio efisien dan portofolio optimal. Portofolio
efisien adalah portofolio yang menyediakan return maksimal bagi
investor dengan tingkat resiko tertentu, atau portofolio yang
menawarkan resiko terendah dengan tingkat return tertentu. Sedangkan
portofolio optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari
sekian banyak pilihan yang ada pada portofolio efisien. Pemilihan
portofolio optimal didasarkan pada preferensi investor terhadap
expected return dan resiko yang ditunjukkan oleh kurva indeferen.
Kurva indeferen menggambarkan kumpulan portofolio dengan kombinasi
expected return dan resiko masing-masing yang memberikan utilitas
yang sama bagi investor.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari model Markowitz, yaitu :
- Semua titik portofolio yang ada dalam permukaan efisien mempunyai kedudukan yang sama antara satu dengan yang lainnya. Artinya, tidak ada titik-titik portofolio disepanjang garis permukaan efisien yang mendominasi titik-titik portofolio lainnya yang sama-sama berada pada garis permukaan efisien.
- Model markowitz tidak memasukkan isu bahwa investor boleh meminjam dana untuk membiayai investasi portofolio pada aset yang beresiko. Model markowitz juga belum memperhitungkan kemungkinan investor untuk melakukan investasi pada aset bebas resiko.
- Dalam kenyataannya, investor yang berbeda-beda akan mengestimasi input yang berbeda pula ke dalam model markowitz, sehingga garis permukaan efisien yang dihasilkan juga berbeda-beda bagi masing-masing investor tersebut.
Teknik
Penentuan Efficient Frontier Singel-index
Model
Singel-index
model memberikan alternatif untuk variance portofolio, dimana lebih
mudah menghitung kasus pada analisis Markowitz. Singel-index model
membegi return skuritas dalam dua komponen yaitu unique part diwakili
dengan α
dan market-related part, diwakili oleh β1RM
. Unique
part adalah micro event, hanya berdampak pada individual perusahaan
tidak pada perusahaan secara umum. Sedangkan market-related part
adalah macro event, dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari luar
perusahaan dan berdampak terhadap semua perusahaan. Persamaannya
sebagai berikut:
Ri
= αi
+
β1RM
+ ei
Multi-index
Model
E
(Ri)
= αi
+ biRM
+ ciNF
+ ei
Memilih
Kelas Aset yang Optimal
Pada
dasarnya, manajemen portofolio terdiri dari tiga aktivitas utama,
yaitu:
- Pembuatan keputusan alokasi aset.
- Penentuan posi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset.
- Pemilihan aset-aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih.
Kelas
aset adalah pengelompokan aset-aset berdasarkan jenis-jenis aset
seperti : saham, obligasi, real estate,sekuritas luar negri, emas,
dan lain-lain. Investor harus membuat keputusan alokasi aset,
keputusan ini menyangkut pemilihan kelas-kelas aset yang akan
dijadikan sebagai pemilihan investasi dan juga berapa bagian dari
keseluruhan dana yang dimiliki investor yang akan diinvestasikan pada
kelas aset tersebut. Dengan kata lain keputusan ini menyangkut berapa
bagian dana yang akan diinvestasikan pada kelas aset saham, berapa
bagian pada obligasi, berapa pada pasar uang, dan sebagainya. Bagian
dari dana yang diinvestasikan pada setiap kelas aset disebut sebagai
porsi dana atau bobot dana. Masing-masing bobot dana akan berkisar
antara 0% - 100%.
Keputusan
alokasi aset tidak hanya meliputi penentuan alokasi dana pada kelas
aset di satu negara saja, tapi bisa dilakukan pada beberapa negara.
Jika alokasi aset dilakukan pada beberapa negara, maka keputusan
tersebut akan meliputi tiga pertanyaan berikut.
- Berapa % porsi dana yang akan diinvestasikan pada setiap negara yang dipilih investor sebagai tempat melakukan investasi?
- Dalam setiap negara yang telah dipilih berapa % porsi dana yang akan diinvestasikan pada setiap kelas aset tertentu?
- Dalam setiap kelas aset, berapa % kah dana yang akan diinvestasikan pada setiap jenis aset dalam kelas aset yang bersangkutan?
Manfaat yang bisa diperoleh dari diversifikasi pada berbagai kelas
aset di berbagai negara, pada dasarnya sama dengan manfaat
diversifikasi pada aset individu, yaitu manfaat pengurangan resiko
pada tingkat tertentu dari expected return.
Step
2 : Consider Borrowing and Lending Possibilities
Dalam model markowitz sebagaimana yang telah dibahas di atas,
investor bisa menentukan pilihan portofolio optimal pada berbagai
pilihan portofolio yang ada pada garis portofolio yang efisien akan
tetapi, model markowitz tersebut membatasi pilihan investor hanya
pada portofolio yang terdiri dari aset beresiko. Padahal dalam
kenyataannya, investor bebas memilih portofolio yang terdiri dari
aset bebas resiko. Apa yang akan terjadi pada permukaan efien jika
investor mengkombinasikan pilihan portofolio pada permukaan efisiensi
dan investasi pada aset bebas resiko.
Menginvestasikan
Dana Bebas Resiko
dengan
dimasukkannya RF
dalam model markowitz, maka permukaan efisien akan berubah membentuk
garis lurus yang menghubungkan RF
dan titik
portofolio optimal yang dipilih investor. Miasalnya, portofolio
optimal seorang investor berada pada titik L, maka jika investor
tersebut kemudian mengkombinasikan portofolio N dengan aset bebas
resiko, permukaan efisien yang akan terbentuk akan menjadi garis
RF-L.
Portofolio investor tersebut nantinya akan berada pada sepanjang
garis RF-L
(misalnya pada titik X). Jika porsi dana yang diinvestasikan pada
aset bebas resiko sebesar WRF
dan sebesar (1-WRF)
pada portofolio L, maka expected return pada kombinasi portofolio
adalah sebagai berikut:
E
(Rp)
= WRFRF
+ (1-WRF)
E (RL)
Jika
investor menginvestasikan seluruh dananya yaitu 100% pada aset bebas
resiko, maka expected return akan sebesar RF
dengan resiko sebesar nol. Besarnya expected return akan ditentukan
oleh porsi dana yang diinvestasikan pada aset beresiko dan aset bebas
resiko. Semakin besar porsi dana yang diinvestasikan pada aset
beresiko, maka semakin besar pula expected return dari portofolio
tersebut. Resiko portofolio bisa diketahui dengan menghitung besarnya
standar deviasi portofolio. Dalam kasus di atas, standar deviasi RF
sama dengan nol, sehingga korelasi antara RF
dan
portofolio aset beresiko juga sama dengan nol. Sehingga untuk
menghitung standar deviasi portofolio yang terdiri dari aset beresiko
dan aset bebas resiko bisa digunakan rumus:
σp
= (1-WRF)
σL
Investor
Bisa Meminjam Dana Bebas Resiko
jika analisis terhadap model markowitz kita perluas
dengan menambah asumsi bahwa investor bisa memnjam dana untuk
meningkatkan kemampuannya berinvestasi, maka akan kita temukan garis
permukaan efisien yang baru.dengan mencari tambahan dana yang berasal
dari pinjaman, investor bisa menambah dana yang dimilikinya untuk
diinvestasikan. Jika dana pijaman tersebut digabungkan dengan dana
yang dimiliki saat ini dan digunakan untuk investasi, investor akan
mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan expected return dari
investasi yang lebih tinggi. Tentu saja sesuai dengan hubungan searah
antara inestasi dengan resiko, kita harus mempertimbangkan resiko
yang meningkat seiring dengan peningkatan expected return.
Dalam
gambar 5.5, terlihat bahwa tambahan dana yang berasal dari pinjaman
bisa memperluas posisi portofolio di atas titik N, sehingga membentuk
garis lurus RF-N-K.
Lalu, bagaimanakah dampak tambahan dana dari pinjaman tersebut
terhadap expected return dan resiko portofolio? Cara menghitungnya
tetap sama, yaitu dengan perhitungan return dan resiko portofolio
seperti dalam rumus 5.1 dan 5.2, hanya saja proporsi dana yang
diinvestasikan akan bertambah menjadi lebih dari 100%.
Untuk menghitung expected return dari portofolio yang
dananya sebagian dari pinjaman dan sebagian dari dana yang telah
dimiliki saat ini, bisa dipakai rumus berikut:
E
(Rp)
= WRFRF
+ (1-WRF)
E (RK)
=
-1 (RF)
+ 2 E(RK)
sedangkan untuk menghitung resiko, bisa dilakukan dengan
menghitung standar deviasi portofolio yaitu dengan rumus:
σp
= (1-WRF)
σk
= 2 σk
Mengidentifikasi
Efficient Set
dengan Investasi dan Meminjamkan Pada Tingkat Bebas Resiko
Hasil
akhir dari memasukkan investasi dan meminjam bebas resiko dalam
analisis adalah menciptakan kemungkinan berinvestasi dan meminjam dan
kemungkinan expected return dan resiko yang tidak terjadi sebelumnya.
Sekarang investor dapat menggabungkan aset bebas resiko ini dengan
kumpulan portofolio-portofolio yang efisien pada efficient
frontier. Dalam
gambar, tidak ada portofolio lain yang terhubung dengan RF
yang
terletak di atas garis lurus yang menghubungkan RF
dan
portofolio N. Garis ini mempunyai slope terbesar. Garis lurus dari RF
ke
titik N, RF-N
mendominasi seluruh garis lurus di bawahnya. Selanjutnya dengan
kemungkinan meminjam pada tingkat bebas resiko, garis lurus RF-N,
diperpanjang menjadi garis lurus RF-N-L.
Jadi trade-off
resiko-return yang baru merupakan garis lurus yang menyinggung
efficient
frontier pada
titik T dengan intersep RF.
Titik-titik sepanjang garis RF-N-L
menyatakan banyaknya investasi atau meminjam pada RF
yang berbeda-beda dalam kombinasi dengan portofolio efisien N dari
aset beresiko.
Slope garis yang menghubungkan aset bebas resiko dan
portofolio beresiko adalah expected return portofolio dikurangi
tingkat bebas resiko dibagi dengan standar deviasi portofolio.
Sedangkan proporsi dana yang diinvestasikan dalam aset-aset harus
sama dengan 100%.
Masalah ini merupakan masalah maksimasi dengan kendala.
Metode pengganda Langrangian dapat digunakan untuk memecahkan masalah
ini. Selain itu teknik lain yang digunakan adalah dengan
menjadikannya menjadi masalah maksimisasi tanpa kendala. Caranya
adalah dengan mensubstitusi kendala ke dalam fungsi tujuan dan
kemudian memaksimumkannya.
Step
3: Memilih the final portfolio basen on preference
Setiap
Investor akan memilih point pada garis efisien yang berhubungan
dengan preferensi resikkonya. Secara formal, ini akan berada dimana
curva perbedaan tertinggi investor adalah tangen dari gari lurud pada
figure 19.5. dalam practiknya ini berarti bahwa investor lebih
konservatif akan memilih aset dengan bebas resiko yang ditampilkan
dengan titik potong vertikal Rf. Sedangkan investor yang lebih
agresif akan memilij untuk poin T, yang merepresentasikan investasi
penuh pada portofolio dari aset yang beresiko. Bahkan investor yang
lebih agresif dapat melebihi poin T dengan menggunakan utang untuk
naik ke garis atas.
Kita
telah memahami bahwa setiap investor akan memilih kombinasi dari aset
bebas resiko dan tangen portofolio dari efficient frontier. Dengan
mengkombinasikan dua aset ini ke dalam variasi portofolio, seprang
investor dapat membentuk portofolio yang efisien sepanjang garis
RF-T-L dalam figure 19.5 karena portofolio T Adalah dari pengaturan
analisa markowitz yang efisien. Ditampilkan aset yang berada di bawah
pertimbangan, investor tidak dapat mencapai return yang lebih tinggi
dengan memotong resiko.
Mempertimbangkan
kasus investasi perusahaan dengan banyak klien. Investasi perusahaan,
ditentukan oleh garis efficient frontier markowitz dari pengaturan
sekuritas yang dianalisis untuk tujuan investasi, yang mana akan
menawarkan portofolio yang sama dari aset beresiko untuk setiap
klien. Portofolio ini ditentukan seperti diatas, dimana merupakan
perpanjangan dari RF adalah tangen untuk garis efficient frontier
sebagai poin tertinggi.
Tidak
serupa dengan analisa markowitz, hal ini tidak membutuhkan untuk
memcocokan kurva indifferent klien dengan portofolio yang efisien
secara tepat, karena hanya satu dari portofolio yang efisien yang
diambil oleh investor. Bahkan setiap klien akan menggunakan kurva
indifferennya untuk menentukan dimana efficient frontier yang baru
disepanjang RF-T-L yang dapat dipilih oleh investor. Dampaknya setiap
klien harus menentukan seberapa banyak dana yang akan diinvestasikan
dan dapat menggunakan utang pada aset bebas resiko, dan seberapa
banyak investasi dalam portofolio T.hasil ini merujuk sebagai
properti pemisahan.
Teorema
pemisahan menyatakan bahwa keputusan investasi adalah terpisah dari
keputusan keuangan. Resiko portofolio T adalah optimal untuk setiap
investor memandang funsi kegunaan investor itu sendiri, bahwa
optimalisasi portofolio T ditentukan secara terpisah dari pengetahuan
setiap preferensi resiko return investor dan tidak berdampak dengan
preferensi resiko investor. Keseluruhan investor dengan
menginvestasikan dalam portofolio yang sama dari aset beresiko T dan
menggunakan dana pinjaman pada titik bebas resiko, dapat mencapai
setiap poin pada garis lurus RF-T-L dalam figure 19.5. setiap poin
pada garis merepresentasikan perbedaan return yang diharapkan -
trade off resiko. Seorang investor dengan menggunakan kurva u1
akan berada dalam posisi yang lebih rendah dari garis,
merepresentasikan kombinasi dari pinjaman da investasipada T. Dengan
kata lain kegunaan kurva u2
merepresentasikan seorang investor meminjam pada titi RF untuk
melakukan investasi pada aset beresiko, yaitu portofolio T.
Konsep
dikotomi dari aset beresiko portofolio adalah penting dalam
investasi, dengan beberapa aplikasi yang berbeda. Seperti yang kita
lihat menggunakan dua kombinasi menurut investor untuk mencapai stiap
poin pada return yang diharapkan dengan trade off resiko yang
ditampilkam oleh seluruh investor.
Teorema
pemisahan menampilkan multipel klien atau persetujuan yang komplit
dengan keseluruhan yang memperhatikan tentang propek masa depan dari
sekuritas, yang diasumsikan bahwa preses “tailoring” adalah
tepat. Keseluruhan investor seharunya mengambil portofolio yang sama
pada aset yang beresiko dan mencapai posisi mereka sendiri pada
return trade off resiko melalui dana pinjaman atau utang. Dalam
kesempatan yang sama, investor dengan perbedaan preferensi dapat
diakomodasi dengan pengaturan kesempatan yang sama.oleh karena itu,
beberapa teknik baru dalam investasi menggunakan dua aset yang sama.
The
Implication of Portfolio Selection
Konstruksi
portofolio optimal dan pemilihan portofolio terbaik untuk investor
memiliki implikasi untuk untuk harga dari aset keuangan.
Disadur dari tugas Mahasiswi Pascasarjana Universitas Airlangga Jurusan Manajemen





0 komentar:
Posting Komentar